Breaking News
Loading...
Senin, 19 November 2012

Cobus Potgieter


Selain Echa, yang menjadi inspirasi gue untuk main drum ialah Cobus. Pada jarang yang tau cobus kan? iya dia memang terkenal lewat Youtube. Masih penasaran sama profilnya? so here it is..
------------

Pemuda yang berumur 22 tahun ini adalah talenta muda berbakat yang disebut sebut akan mengisi posisi kosong personil AX7 ini berasal dari "Benua Hitam", tepatnya berasal dari Afrika Selatan. Ia lahir di Carnavon, Afrika Selatan pada tanggal 23 Oktober 1986.

Cobus memulai memainkan drumnya pada umur 16 tahun secara otodidak tanpa guru yang mengajarinya bermain drum. Ia mempelajari tekniknya sendiri dengan mendengar dan melihat. Awalnya, ia merekam sendiri videonya. Ia Memperoleh drum set pertamanya dari uangnya sendiri yang diperolehnya dari sebuah tantangan memainkan beat 4/4 dasar rock pada sebuah acara yang diadakan oleh gereja setempat. Saat itu cobus sedang menonton, lalu ia mencoba tantangan itu, alhasil ia bermain baik saat itu, lalu memperoleh uang sebagai hadiahnya.

Setelah Lulus dari Sekolah Menengah Atas, ia melanjutkan studinya di fakultas Ilmu Matematika.Saat itu ia mulai mengenal hal-hal mengenai produksi audio dan video, lalu ia memutuskan untuk pindah jurusan Teknik Sistem Komputer di Central University of Technologi di Bloemfontein, Afrika Selatan.

Cobus dikenal sebagai seorang yang religius di agamanya, ia memiliki sebuah gereja sendiri. Di gereja itulah ia merekam videonya pada malam hari dengan menggunakan peralatan yang sama yang digunakan sebuah band bernama Helios dimana saat itu Cobus tergabung di dalamnya.

Cobus mengalami masa-masa sulit di akhir tahun pertama studinya di Bloemfontein, sehingga ia perlu bekerja part time selama beberapa bulan. Mungkin karena itu pula Cobus mulai berpikir bagaimana memperoleh penghasilan. Lalu ia memutuskan untuk merekam video-video permainan drumnya dan meng-uploadnya lewat situs Youtube.

Pada suatu malam ia pergi ke gereja dimana ia berlatih dengan band heliosnya. Saat itu malam hari setelah semuanya tertidur ia memulai melakukan rekaman. Dengan modal pengetahuan teknik produksi yang dimilikinya, sebuah camera, dan peralatan yang sedang tidak digunakan ia merekam 11 lagu yang saat ini dikenal sebagai Overhead series.

Mulai saat itu ia selalu merekam permainan drumnya dan meng-uploadnya sendiri. Hingga sebelum ia mengeluarkan album kelimanya, ia bekerjasama dengan 3 perusahaan yakni U Drum, Audio Connection, dan Audiosure. Dan sebelum mengeluarkan Album keenamnya ia menggaet 2 perusahaan besar lagi untuk dijadikan partnernya, yaitu TRX Cymbal&Jobeky Electronic Drums. Dan kembali pada tahun 2009 ia masuk ke dalam sebuah Grup Marketing Lokal bernama SMG Africa. Sampai tahun 2010, saat Nexus Series diproduksi, Cobus masih melakukan rekaman di Gereja tempat ia bergabung. Setelah itu ia pindah ke London Timur, Afrika Selatan setelah menandatangani kerjasamanya dengan SMG Afrika.

Dalam permainan drumnya, Cobus membawakan lagu-lagu yang sudah terkenal di pasar musik dunia. Ia sangat suka berimprovisasi dengan gaya mainnya sendiri. Permainan drum cobus syarat akan teknik, improvisasi, dan gaya percaya dirinya dan menikmati permainannya. Jadi, lagu-lagu yang dibawakannya jadi semakin asik dan mantap untuk didengar.

Bayaklah yang dapat kita jadikan pelajaran... Antusiasme, Pengetahuan, dan Tekat, secara tidak langsung dapat kita jadikan motivasi bagi kita untuk mewujudkan semua mimpi. Bayangkanlah ha, dari dia susah-susah dulu, sekarang jadi sukses si Cobus, Cobus aja bisa mewujudkan mimpinya,

Begitulah profil seorang Cobus Potgieter. Ya, orang ini memang meng-influence gue untuk lebih lagi dalam pelayanan khususnya bermain drum. 

0 comments:

Posting Komentar

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Jam Blog All Right Reserved