Breaking News
Loading...
Senin, 19 November 2012

Yesaya Echa Soemantri



Yap, kali ini gue bakal bahas drummer-drummer yang menjadi inspirasi gue untuk lebih giat lagi main drum. Kali ini gue bahas Echa. Kalo diantara kalian ada yang belum kenal siapa Echa ini? silahkan simak baik-baik ya :D

Drummer hebat yang Lahir pada 7 Juli 1989 ini mempunyai hobi bermusik dan sepak bola/ futsal. Sering sekali melihat beliau main drum dengan sonor force 3007 yang khas dengan warna blue sparkle Ternyata memang pecinta warna biru. hehe..

Tentu saja Echa Soemantri adalah sosok yang cocok menjadi topik perbincangan hangat para drummer di tanah air saat ini. Drummer muda berbakat ini ternyata sudah menggeluti bidangnya dan telah puluhan tahun berada didunia persilatan drum.
Bagaimana kisah hidupnya? Bagaimana karir beliau sehingga bisa sampai sekarang ini? Dan apa visi misi sekaligus pesan beliau bagi sobat drummers?
Yukkk simak sedikit ulasan kisah hidup sang maestro “Yesaya Wilander Soemantri”

Berawal saat beliau berumur 2.5 tahun merupakan “perjumpaan” pertama beliau dengan drum. Pada umur 4 tahun, Echa mulai pelayanan di Gereja, lalu waktu umurnya 5 tahun dan 7 tahun, Echa mendapat kesempatan emas bersama orang tua nya melayani sampai ke negeri Paman Sam (U.S.A). Hal ini yang sering disalah pahami sehingga banyak muncul gosip diluar sana bahwa Echa sekolah diluar bersama Dave Weckl. *upsss…

Echa Soemantri memulai debut’nya dari SD (Sekolah Dasar) hingga SMA melayani di Gereja, rekaman lagu-lagu rohani, dan beberapa kali masuk televisi dalam rangka mewakili sekolah. Tidak cukup sampai situ saja, ketika awal SMA sang maestro bergabung dengan penyanyi Ello, selanjutnya tahun 2006 bergabung dengan Erwin Gutawa. Mulai dari situ semakin banyak tawaran ‘job’ yang diterima.
Pecinta klub sepakbola Manchester United ini sempat bermain di acara “Idola Cilik” selama 2 season atau sekitar 2 tahun disana. Kemudian dari idola cilik, beliau kembali menjadi session player, lebih aktif bersama Tompi, The Fingers, Trisum, dll.

Kesuksesan karir Echa Soemantri memang sangat layak untuk dilirik oleh perusahaan-perusahaan drum terkemuka. Segala sesuatu memang butuh proses. sampai yang instant pun (mie instant) kalo mau makan mie instant masih butuh proses untuk memasaknya. Dari umur 2.5tahun bermain drum, tibalah giliran Echa menuai tawaran yang memang layak dan sepantasnya dia dapat. Umur 9 tahun pertama kali di endorse oleh Tama Drum. Lalu umur 15 tahun di endorse oleh Pearl Drum dan umur 21 tahun ini di endorse oleh Sonor Drum hingga sekarang.

Setiap drummer mempunyai ‘style’ yang berbeda baik dari drum set, cymbal sampai gaya bermain. berbicara mengenai drum set dari bro Echa ini, beliau menggunakan 10″ tom, 14″ dan 16″ floor tom, serta 22″ kick. Sedangkan pada snare drum menggunakan 14″, 12″ dan 10″ jungle snare. Terkadang suka menggunakan 13×7 very nice..

Echa jg diendorse oleh Paiste cymbals melalui MG Music Indonesia. Cymbal pAiSTe yang dia gunakan:
1. signature dark crisp hi-hat 13″
2. signature dark energy crash 18″
3. 2002 deep full ride 20″
4. twenty thin crash 17″
5. alpha swiss thin crash 18″
6. twenty mini china 12″
7. signature splash 10″

Saat ini Echa sedang mengerjakan beberapa project gospel. Terakir baru saja memproduseri album youth di Gereja.
Berbicara mengenai visi dan misi yang menjadi tujuan beliau, Echa Soemantri berkata bahwa, “Visi misi kedepan saya ingin lebih banyak tampil bersama band-band gospel saya dan ingin lebih banyak event-event drum di tanah air. Ingin juga mempunyai grup / project yang musiknya benar-benar jazz.”
Visi misi yang sangat bagus ya sobat drummers..

Disamping hal itu pesan beliau adalah “temukan karakter yang sudah Tuhan berikan, dan kembalikan bakat yang sudah Tuhan berikan kepada Tuhan dengan penuh tanggung jawab”

Demikianlah sedikit mengenai Echa Soemantri. Semoga banyak hal positif yang bisa dipetik. 

0 comments:

Posting Komentar

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Jam Blog All Right Reserved